terassulsel.com, PANGKEP – Forum Lingkar Pena (FLP) Kabupaten Pangkep sukses menyelenggarakan bazar yang dikemas dalam bentuk Dialog Publik “Secangkir Pangkep” dengan tema “Seberapa Pangkepkah Kita?”. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini digelar di Sistem Coffee, Pangkep, pada Senin (19/1/2026).

Dialog publik tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, tokoh agama, hingga jurnalis. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka yang mempertemukan gagasan, kritik, serta harapan terhadap masa depan Kabupaten Pangkep.

Dialog yang menghadirkan lima narasumber sebagai pemantik diskusi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat kepemudaan, baik dari kalangan generasi milenial maupun Generasi Z, agar mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta meningkatkan citra Pangkep.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pangkep, Imam Takbir, S.STP., M.M., dalam pemaparannya menyerukan pentingnya perubahan pola pikir generasi muda.

“Jangan pernah berpikir apa yang daerah berikan kepadamu, tetapi pikirkanlah apa yang sudah kamu berikan kepada daerahmu,” tegas Imam Takbir.

Ia menambahkan bahwa pertanyaan “Seberapa Pangkepkah kita?” seharusnya menjadi refleksi personal setiap warga, khususnya pemuda, untuk menanamkan komitmen memberikan kontribusi terbaik bagi daerah.

Pada kesempatan yang sama, Syaifullah, S.IP., M.IPOL, pengamat sosial dan politik yang juga dosen di salah satu perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, menyampaikan pandangannya sebagai bagian dari masyarakat sipil dan akademisi.

Ia menyoroti bagaimana kebijakan pemerintah kerap dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Sebagai contoh, ia mengangkat persoalan pemanfaatan beasiswa.

Menurutnya, ketika mahasiswa berpikir jangka pendek, dana beasiswa cenderung digunakan untuk memenuhi gaya hidup. Sebaliknya, jika berpikir jangka panjang, beasiswa akan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan peningkatan kualitas diri.

Dialog yang berlangsung selama kurang lebih empat jam ini membahas beragam isu strategis, mulai dari sosial budaya, pendidikan, pariwisata, hingga pelayanan publik di Kabupaten Pangkep.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa hasil dana dari bazar yang digelar bersamaan dengan dialog publik ini akan digunakan untuk mendukung peluncuran buku berjudul “Saya Orang Pangkep Saudara” karya Agussalim. Buku tersebut dijadwalkan akan diluncurkan pada 24 Januari 2026.

Share:

rmx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *