Terassulsel.com, Gowa – Pembangunan infrastruktur di kawasan pelosok Tanah Air terus digenjot dengan progres yang luar biasa. Berdasarkan laporan terbaru dari proyek Jembatan Beton Sungai Badenglolo Tahap V di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pengerjaannya kini telah menyentuh angka progres yang sangat memuaskan, yakni 92,65%. Pembangunan yang nyaris rampung ini menjadi angin segar yang sudah lama dinantikan oleh warga setempat.
Terletak di Desa Borimasunggu, Kecamatan Biringbulu, proyek strategis ini bukanlah sekadar urusan pengecoran beton biasa. Jembatan ini dibangun lewat keringat dan semangat gotong royong yang sangat kental antara prajurit TNI, khususnya Kodim 1409/Gowa dan Yonzipur, bersama masyarakat desa. Sinergi tanpa sekat di lapangan ini membuktikan kemanunggalan TNI dan rakyat yang selalu terjaga dan solid.
Di tempat terpisah, Dandim 1409/Gowa Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi memberikan apresiasi tinggi atas kerja sama yang solid antara jajaran TNI dan masyarakat di lapangan. ”Pencapaian progres hingga 92,65 persen ini merupakan buah dari sinergi dan kemanunggalan yang kuat antara TNI dan rakyat. Kami mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Borimasunggu yang turut aktif menyukseskan pembangunan ini agar segera dapat dirasakan manfaatnya secara luas,” ujar Dandim di sela-sela kesibukannya.
Di lokasi proyek, para personel loreng hijau bersama warga setempat terlihat saling bahu-membahu tanpa kenal lelah mengebut sisa-sisa pekerjaan. Kolaborasi luar biasa ini dilakukan dengan ritme cepat demi satu tujuan utama: segera menyediakan akses jalan dan jembatan yang aman, nyaman, dan layak bagi aktivitas mobilitas keseharian warga Borimasunggu dan desa-desa di sekitarnya.
Lebih dari sekadar mempermudah akses fisik lalu lintas, keterlibatan aktif dan dedikasi TNI dalam pembangunan Jembatan Badenglolo ini memiliki makna yang jauh lebih strategis. Langkah sigap ini merupakan wujud nyata kontribusi TNI dalam mengawal dan menyukseskan visi besar pemerintah yang terangkum dalam “Asta Cita”. Dalam hal ini, TNI hadir langsung sebagai motor penggerak kemajuan di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Peran aktif TNI dalam proyek jembatan ini sangat sejalan dengan salah satu poin krusial dalam misi Asta Cita, yaitu komitmen untuk “Membangun dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan”. Dengan terhubungnya akses jembatan yang memadai, urat nadi perekonomian warga desa yang mayoritas petani akan semakin lancar karena biaya transportasi hasil bumi dapat ditekan secara drastis.
Selain memberikan dampak ekonomi yang masif, sinergi pembangunan ini juga menjadi manifestasi dari penguatan sistem pertahanan rakyat. Dengan terjun langsung membangun fasilitas publik krusial di pelosok, TNI tidak hanya memenangkan hati rakyat, tetapi juga memperkuat ketahanan teritorial daerah yang menjadi fondasi utama kedaulatan dan keutuhan bangsa.
Kini, warga Desa Borimasunggu tinggal menghitung hari untuk bisa menikmati hasil manis dari keringat kebersamaan tersebut. Jembatan Beton Badenglolo bersiap menjadi ikon baru kemajuan desa, sekaligus monumen hidup bahwa ketika TNI dan rakyat bersatu padu, visi luhur ‘Asta Cita’ untuk memajukan Indonesia dari desa benar-benar terwujud nyata. (ac/).





