Terasulsel.com, MAROS– Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Permata Ilmu Maros menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Modul Ajar Berbasis Outcome-Based Education (OBE), Sabtu, 7 November 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Dosen ITEKES Permata Ilmu Maros dan diikuti oleh jajaran pimpinan serta hampir seluruh dosen di lingkungan institusi.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber senior dari Universitas Muhammadiyah Makassar, yaitu Dr. Jumiati Lira, S.Pi., MM, IPU., dan Dr. H. M. Agus, S.Pd., M.Pd. Keduanya memberikan penguatan konsep sekaligus pendampingan teknis terkait perangkat pembelajaran perguruan tinggi yang berorientasi pada pencapaian pembelajaran lulusan.
Kegiatan workshop dibuka secara resmi oleh Rektor ITEKES Permata Ilmu Maros, Dr. H. Syahruddin, S.Pd., M.Pd. Dalam berbagai hal, Rektor menyatakan bahwa paradigma pembelajaran di perguruan tinggi saat ini telah mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan model pembelajaran sebelumnya. Perubahan tersebut menuntut dosen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi dan kebutuhan kompetensi lulusan.
Menurutnya, salah satu perangkat pembelajaran penting yang harus dimiliki oleh setiap dosen adalah Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE. Penyusunan RPS tidak sekedar memenuhi kelengkapan administrasi akademik, tetapi menjadi pedoman sistematis dalam merencanakan, melaksanakan, dan menjalankan proses pembelajaran berdasarkan pencapaian pembelajaran yang telah ditetapkan.

“Model pembelajaran dewasa ini sudah mulai berubah dibandingkan dengan model pembelajaran yang dahulu. Oleh karena itu, dosen harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Salah satu perangkat perkuliahan yang wajib dimiliki dan dipersiapkan oleh setiap dosen adalah RPS berbasis OBE,” tegas Rektor dalam Berbagainya.
Pada sesi pemaparan materi, Dr. Jumiati Lira menekankan pentingnya penguasaan ketua prodi dan dosen terhadap penyusunan kurikulum dan RPS berbasis OBE sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu akademik dan pencapaian akreditasi perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa institusi yang mentargetkan predikat akreditasi unggul harus memiliki komitmen yang kuat dalam membangun sistem pembelajaran yang terukur, terstruktur, dan berorientasi pada pencapaian pembelajaran.

“Jika sebuah perguruan tinggi ingin meraih akreditasi unggul, tidak ada alasan bagi dosennya untuk tidak mampu menyusun dan mempersiapkan rencana kurikulum serta RPS berbasis OBE. Kemampuan tersebut merupakan salah satu aspek penting dalam menjamin saling terselenggaranya pendidikan tinggi,” jelas Dr. Jumiati Lira yang juga selaku Asesor Nasional LAMPTIP.
Sementara itu, Dr. H. M. Agus menambahkan bahwa implementasi OBE tidak cukup hanya diwujudkan melalui penyusunan RPS. Dosen juga perlu menyiapkan modul terbuka yang selaras dengan rencana pembelajaran tersebut. Menurutnya, modul ajar harus dirancang secara sistematis agar materi, metode pembelajaran, aktivitas siswa, serta sistem penilaian memiliki keterkaitan langsung dengan pencapaian pembelajaran yang telah ditentukan.
Dengan demikian, keselarasan antara kurikulum, RPS, modul terbuka, proses pembelajaran, dan sistem evaluasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif dan berorientasi pada hasil belajar siswa.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor I, Risqah Amaliah Kasman, S.Pd., M.Pd.; Wakil Rektor III, Pither S., S.Pd., M.Pi.; Dekan Ilmu Perikanan dan Bisnis, Aminuddin, S.Pi., M.Pi.; Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan, Heriani, S.Kes., M.Kes.; Ketua Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Haerawati, S.Pi., M.Pi.; Ketua Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perairan (PSDP), Afifah Nur Fadilah, S.Pi., M.Pi.; serta Ketua Program Studi Kewirausahaan, Hj. Rosnaeni Arsyad, SE, MM
Selain itu, hadir pula Kepala BAAK, Dr. H. Burham, M.Pd.; Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Kartini J., S.Pi., M.Pi.; dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Herwandi, S.Pd., M.Pd. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran hampir seluruh dosen ITEKES Permata Ilmu Maros dalam kegiatan tersebut.

Melalui workshop ini, ITEKES Permata Ilmu Maros berharap seluruh dosen dapat memahami prinsip dan mekanisme implementasi OBE dalam penyelenggaraan pembelajaran. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis institusi untuk memperkuat budaya mutu akademik, meningkatkan kompetensi dosen, serta mempersiapkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan standar pendidikan tinggi.
Penyelenggaraan lokakarya tersebut sekaligus menegaskan komitmen ITEKES Permata Ilmu Maros untuk terus melakukan pembinaan dan peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kurikulum, pengembangan perangkat pembelajaran, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya tata kelola pendidikan tinggi yang berkualitas dan pencapaian akreditasi unggul di masa mendatang.

Pada akhir kegiatan workshop, ditutup dengan penyerahan SK Dosen Tetap Yayasan kepada dua orang dosen baru ITEKES Permata Ilmu Maros yaitu Selpiana, S.Pi. M.Pi sebagai dosen Prodi Sosek Perikanan dan Ichsanul Ahkam L, S.Pd., MKM, MKM sebagai dosen Prodi Administrasi Kesehatan. (Sipi)





