Terassulsel.com, MAROS, Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Permata Ilmu Maros terus memperkuat pengembangan kelembagaan dan perluasan akses pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (16/10/2026) di Ruang Dosen Kampus ITEKES Permata Ilmu Maros.

Bimtek menghadirkan Muhammad Tahir Hamzah, S.T., M.M., selaku Ketua Tim Akademik Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sultan Batara, sebagai narasumber. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor ITEKES Permata Ilmu Maros, Dr. H. Syahruddin, S.Pd., M.Pd., serta diikuti sejumlah dosen dari berbagai program studi.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa penyelenggaraan Program RPL merupakan langkah strategis untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi. Namun, implementasinya harus berpedoman pada regulasi dan standar penjaminan mutu akademik yang berlaku.
“Program RPL harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, penjelasan dari Ketua Tim Akademik LLDikti Wilayah IX sangat penting untuk memberikan pemahaman yang tepat sekaligus memastikan kesiapan institusi dalam menyelenggarakan program ini,” tegas Syahruddin.

Rektor menjelaskan bahwa ITEKES Permata Ilmu Maros telah memasuki tahap pengembangan akademik setelah berhasil menyelenggarakan wisuda perdana dan menghasilkan lulusan. Capaian tersebut menjadi salah satu modal penting bagi institusi dalam mempersiapkan penyelenggaraan RPL sebagai alternatif penerimaan mahasiswa baru.
Menurutnya, keberadaan alumni merupakan salah satu aspek yang berkaitan dengan persyaratan penyelenggaraan RPL. Dengan demikian, institusi memiliki peluang untuk mengembangkan program tersebut sepanjang memenuhi seluruh ketentuan administratif, akademik, dan persyaratan lainnya.
Saat ini, ITEKES Permata Ilmu Maros memiliki empat program studi jenjang Strata Satu (S1), yakni Administrasi Kesehatan, Kewirausahaan, Pengelolaan Sumber Daya Perairan, dan Sosial Ekonomi Perikanan.
Sementara itu, Muhammad Tahir Hamzah, S.T., M.M. dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa Program RPL memiliki dua model utama, yakni RPL melalui transfer kredit dan RPL melalui perolehan kredit. Kedua model tersebut memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang telah diperoleh seseorang melalui jalur pendidikan maupun pengalaman sebelumnya.
Menurut Muhammad Tahir, model RPL transfer kredit merupakan pilihan yang paling tepat untuk diprioritaskan oleh ITEKES Permata Ilmu Maros pada tahap awal implementasi. Model ini memungkinkan pengakuan terhadap mata kuliah atau capaian pembelajaran dari pendidikan formal sebelumnya setelah melalui proses asesmen kesetaraan akademik.
Melalui skema tersebut, ITEKES Permata Ilmu Maros berpeluang menerima mahasiswa pindahan dari perguruan tinggi lain, termasuk mahasiswa yang pernah menghentikan atau mengundurkan diri dari perkuliahan dan bermaksud melanjutkan pendidikan. Kesempatan juga terbuka bagi lulusan program Diploma maupun Sarjana Terapan yang ingin menempuh pendidikan pada jenjang Sarjana (S1), dengan tetap memperhatikan kesesuaian capaian pembelajaran dan ketentuan akademik.
“Model transfer kredit menjadi pilihan yang paling relevan untuk dikembangkan oleh ITEKES Permata Ilmu Maros karena dapat mengakomodasi calon mahasiswa yang telah memiliki riwayat pendidikan tinggi sebelumnya,” jelas Muhammad Tahir.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa model kedua, yakni RPL melalui perolehan kredit, memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan nonformal, informal, maupun pengalaman kerja. Pengakuan tersebut dilakukan melalui asesmen kompetensi dan penilaian portofolio berdasarkan standar capaian pembelajaran program studi.
Muhammad Tahir juga mengemukakan bahwa perkembangan kebijakan dan ketentuan akreditasi perguruan tinggi membuka peluang bagi ITEKES Permata Ilmu Maros untuk mempersiapkan penyelenggaraan RPL melalui perolehan kredit.
Dalam konteks tersebut, Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui skema tersebut karena telah memperoleh status akreditasi. Kendati demikian, implementasinya tetap harus memperhatikan status dan peringkat akreditasi yang dipersyaratkan, kesiapan asesor, perangkat penilaian, serta mekanisme penjaminan mutu.
Ia menekankan bahwa penyelenggaraan RPL tidak semata-mata bertujuan meningkatkan jumlah mahasiswa baru, tetapi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tanpa mengabaikan kompetensi dan pengalaman belajar yang telah dimiliki.

Kegiatan Bimtek ini diikuti sejumlah dosen ITEKES Permata Ilmu Maros, antara lain Aminuddin, S.Pi., M.Si.; Dr. H. Burhan, M.Pd.; Jamaluddin, S.T., M.Pd.; Amina Ramadana, S.KM., M.Kes, Muhammad Fuad, S.Pd., M.Pd.; Haerawati, S.Pi., M.Si.; Heriani, S.KM., M.Kes.; Muhammad Fadli, S.Pd., M.Pd.; Herwandi, S.Pd., M.Pd.; Hj. Rosnaeni Arsyad, S.E., M.M.; Nudia Tuljannah, S.Pd., M.Si.; Andi Agung, S.E., M.M.; Nur Asisah, S.Kes., M.Kes.; dan Selfi, S.Pi., M.Pi.
Melalui kegiatan tersebut, para dosen memperoleh penguatan pemahaman mengenai regulasi, mekanisme pengakuan capaian pembelajaran, asesmen kesetaraan mata kuliah, dan persiapan administrasi penyelenggaraan RPL.
Bimtek ini sekaligus menjadi momentum bagi ITEKES Permata Ilmu Maros untuk memperkuat kesiapan kelembagaan dalam mengembangkan sistem penerimaan mahasiswa baru yang lebih inklusif, fleksibel, dan berorientasi pada mutu pendidikan.
Dengan memprioritaskan implementasi RPL transfer kredit serta mempersiapkan peluang pengembangan RPL perolehan kredit, ITEKES Permata Ilmu Maros menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan kebijakan pendidikan nasional. (Sypi)





