TerasSulsel, Barru — Sosok Rukaya Dosen di UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BARRU kembali menjadi perhatian publik, tidak hanya karena dinamika yang dihadapinya di lingkungan akademik, tetapi juga karena rekam jejak panjangnya sebagai kader Persyarikatan Muhammadiyah.
Rukaya, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Barru (UNMUH Barru), dikenal sebagai sosok akademisi yang memiliki rekam jejak kuat dalam gerakan Persyarikatan Muhammadiyah.
Perjalanan kaderisasi Rukaya menunjukkan proses yang panjang dan berjenjang dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia telah mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD) dan Darul Arqam Madya (DAM) pada tahun 2014, serta Pelatihan Instruktur Dasar (PID) pada tahun 2015. Selain itu, ia juga mengikuti Diksuswati II di Kabupaten Bone sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader perempuan Muhammadiyah.
Tidak hanya itu, keterlibatannya dalam organisasi otonom perempuan Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, semakin mempertegas komitmennya dalam Persyarikatan. Ia tercatat pernah mengikuti Latihan Instruktur NA (LINA) I serta Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II sebagai bagian dari proses penguatan ideologi dan kepemimpinan.
Jejak kaderisasi tersebut kemudian berlanjut dalam peran-peran strategis di tingkat kepemimpinan. Di Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Barru, Rukaya pernah dipercaya sebagai Ketua Bidang Kader, Sekretaris Umum, hingga Ketua Bidang IMMawati. Sementara di Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PD NA), ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Kader dan saat ini tengah mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Barru
Keterlibatan aktif dan berkelanjutan dalam struktur organisasi Persyarikatan tersebut menjadi bukti konsistensi Rukaya dalam menjalankan peran sebagai kader Muhammadiyah. Bagi Rukaya, nilai-nilai yang ditanamkan dalam proses perkaderan seperti integritas, tanggung jawab, serta komitmen terhadap amar ma’ruf nahi munkar menjadi landasan utama dalam menjalankan tugasnya sebagai akademisi.
Tidak hanya dalam struktur formal, hingga saat ini Rukaya juga masih aktif terlibat dalam kegiatan perkaderan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Ia kerap diundang sebagai pemateri dalam berbagai forum perkaderan, pelatihan, dan kegiatan organisasi IMM, sebagai bentuk kontribusinya dalam mencetak dan membina kader-kader muda Muhammadiyah.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling di UNMUH Barru, Rukaya dikenal sebagai figur yang menempatkan disiplin, tata kelola yang baik, serta nilai-nilai keislaman sebagai bagian penting dalam pengelolaan program studi. Hal tersebut sejalan dengan semangat pendidikan Muhammadiyah yang menekankan integrasi antara keilmuan, moralitas, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rekam jejak kaderisasi, kepemimpinan, serta keterlibatan aktif dalam forum-forum perkaderan menjadi cerminan bahwa peran Rukaya tidak terlepas dari nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah. Konsistensi tersebut diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya kader IMM dan Nasyiatul Aisyiyah, dalam menjaga marwah organisasi serta berkontribusi di berbagai lini kehidupan.





