Terassulsel.com,  Maros—Forum dialog lintas organisasi kepemudaan di Kabupaten Maros berubah menjadi panggung kritik tajam terhadap arah kepemimpinan pemuda, khususnya peran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

‎Diskusi bertajuk “Membedah Kepemimpinan Pemuda Maros: Masihkah Kritis, Pragmatis, atau Apatis?” yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Maros di Bagas Coffee, Kamis (16/4/2026), mempertemukan sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) dalam satu ruang dialektika terbuka.

‎Sorotan utama datang dari Ketua Umum HMI Cabang Maros, Muh Taufik Hidayat, yang secara terbuka mengkritik peran KNPI Maros yang dinilai kehilangan arah.

‎“KNPI Maros hari ini lebih banyak sibuk pada aktivitas seremonial dan hanya muncul menjelang momentum musyawarah,” kata Taufik.

‎Menurut dia, problem kepemimpinan pemuda tidak bisa dilepaskan dari akar historis gerakan, khususnya dalam konteks organisasi Cipayung.

‎Tanpa pemahaman itu, arah kepemimpinan dinilai akan terus dangkal dan kehilangan orientasi perjuangan.

‎Forum tersebut awalnya dibuka Ketua PC GP Ansor Maros, Abustan Junaedi, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara idealisme dan realitas.

‎“Idealisme tanpa daya hanya akan berhenti sebagai wacana, sementara pragmatisme tanpa arah akan kehilangan nilai,” ujarnya.

‎Apresiasi juga datang dari Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Maros, Dzulfadly Sanusi, yang menilai forum lintas organisasi seperti ini penting untuk merawat ruang dialog kolektif.

‎Sementara itu, Ketua Umum PC IMM Maros, Nur Khalis Hasnung, sebagai tuan rumah, menggarisbawahi pentingnya menghidupkan kembali tradisi intelektual di kalangan pemuda.

‎“Kepemimpinan kritis lahir dari tradisi diskusi dan kajian yang kuat. Saat ini mulai tergerus arus teknologi informasi,” katanya.

‎Ia turut menyinggung posisi KNPI yang dinilai belum menunjukkan peran strategis sebagai induk organisasi kepemudaan.

‎Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Umum PC PMII Maros, Muh Akbar M, yang menegaskan bahwa sikap kritis merupakan tanggung jawab moral pemuda dalam merespons realitas sosial.

‎Menutup forum, Ketua Umum IPM Maros, Muh Syamsir, menekankan pentingnya musyawarah sebagai jalan kolektif dalam merumuskan arah gerakan pemuda ke depan.

‎Dialog ini sekaligus menjadi penanda bahwa kegelisahan atas arah kepemimpinan pemuda di Maros bukan lagi isu pinggiran, melainkan persoalan mendesak yang menuntut pembenahan serius.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *