● Teknologi ini membantu pasien usia 40 tahun ke atas yang mulai sulit melihat dekat, dengan memperluas rentang fokus penglihatan dari jarak jauh, menengah, hingga dekat
TERASSULSEL.COM, MAKASSAR – RS Mata JEC ORBITA Makassar memperkenalkan PRESBYOND Laser Blended Vision sebagai inovasi terbaru koreksi presbiopia yang kini tersedia pertama kali di Indonesia Timur.
Kehadiran teknologi ini memperkuat posisi JEC ORBITA Makassar sebagai pusat layanan kesehatan mata berteknologi tinggi di kawasan Indonesia Timur, sekaligus menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat mengenai solusi modern untuk gangguan penglihatan dekat yang umum dialami setelah usia 40 tahun.
Kehadiran PRESBYOND di Makassar menjadi semakin relevan mengingat kota ini merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan layanan di Indonesia Timur, dengan jumlah masyarakat usia produktif yang besar.
Berdasarkan data BPS Kota Makassar 2024, populasi Makassar mencapai sekitar 1,48 juta jiwa, dengan 65,74 persen penduduk berada pada rentang usia kerja 15–59 tahun.
Data Databoks Katadata juga mencatat terdapat sekitar 971.480 penduduk usia kerja di Makassar pada 2024, sementara UN World Urbanization Prospects 2024 memproyeksikan populasi aglomerasi urban Makassar mencapai sekitar 1,77 juta jiwa pada 2026.
Dengan presbiopia yang umumnya mulai dirasakan setelah usia 40 tahun, kondisi ini menunjukkan besarnya kelompok masyarakat aktif, termasuk mereka yang berada pada fase usia kerja matang, yang berpotensi membutuhkan dukungan penglihatan optimal untuk bekerja, berkomunikasi, menggunakan perangkat digital, dan menjalani mobilitas harian.
Presbiopia merupakan kondisi ketika kemampuan mata untuk fokus atau berakomodasi pada jarak dekat mulai berkurang, yang umumnya mulai dirasakan setelah usia 40 tahun.
Kondisi ini kerap membuat aktivitas sehari-hari, seperti membaca pesan di ponsel, melihat menu makanan, bekerja di depan laptop, hingga membaca dokumen, menjadi kurang nyaman tanpa bantuan kacamata baca.
Secara global, presbiopia merupakan salah satu isu kesehatan mata yang sangat luas.
WHO mencatat bahwa presbiopia menjadi penyebab utama gangguan penglihatan dekat yang belum tertangani, dengan sekitar 826 juta orang terdampak di dunia.
Sementara itu, studi global yang dipublikasikan di Ophthalmology memperkirakan terdapat sekitar 1,8 miliar orang dengan presbiopia pada 2015 dan jumlahnya diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 2,1 miliar pada 2030.
Berbeda dari LASIK atau SMILE yang pada umumnya bertujuan mengoreksi minus, silinder, atau plus agar pasien dapat melihat jauh dengan lebih jelas, PRESBYOND dikembangkan secara khusus untuk presbiopia.
Teknologi ini menggabungkan koreksi refraksi dengan peningkatan depth of focus atau rentang fokus penglihatan, sehingga pasien dapat memperoleh kenyamanan visual yang lebih baik pada jarak jauh, menengah, maupun dekat.
Tren kebutuhan solusi presbiopia juga terus berkembang, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pilihan koreksi penglihatan yang lebih personal, termasuk pendekatan seperti LASIK monovision, EDOF IOL, dan inovasi koreksi presbiopia lainnya.
Secara prinsip, PRESBYOND menggunakan pendekatan Laser Blended Vision, yaitu pengaturan fokus yang disesuaikan pada kedua mata.
Mata dominan umumnya diarahkan untuk penglihatan jauh, sementara mata non-dominan dibantu untuk penglihatan dekat.
Namun, berbeda dari monovision konvensional yang dapat membuat satu mata terasa lebih buram dan berpotensi mengganggu persepsi kedalaman, PRESBYOND menciptakan transisi fokus yang lebih halus melalui desain ablasi asferik khusus.
Pendekatan ini membantu kedua mata tetap bekerja bersama dengan lebih nyaman dan mempertahankan fungsi penglihatan binokular.
Berbagai studi klinis menunjukkan tingkat adaptasi dan kepuasan pasien yang sangat tinggi pada kandidat yang sesuai.
Direktur RS Mata JEC ORBITA Makassar, Dr. Mirella Afifudin, SpM, M.Kes, menyampaikan bahwa hadirnya PRESBYOND menjadi langkah penting dalam memperluas akses masyarakat Indonesia Timur terhadap layanan koreksi penglihatan modern.
“ Makassar sebagai hub ekonomi Indonesia Timur memiliki banyak masyarakat usia produktif yang tetap aktif bekerja, berinteraksi, dan menjalani mobilitas harian yang tinggi. Ketika kemampuan melihat dekat mulai menurun, dampaknya tidak hanya terasa saat membaca, tetapi juga pada produktivitas dan kenyamanan beraktivitas. Melalui PRESBYOND, JEC ORBITA Makassar menghadirkan pilihan koreksi penglihatan yang lebih personal dan relevan bagi pasien presbiopia, agar mereka dapat menjalani aktivitas harian dengan lebih nyaman. ”
Sementara itu, Dokter Spesialis Mata RS Mata JEC ORBITA Makassar, Dr. Andi Akhmad Faisal, SpM, M.Kes, menjelaskan bahwa presbiopia bukan sekadar “ plus ” seperti pada resep kacamata biasa, melainkan bagian dari proses alami penuaan mata.
“ Seiring bertambahnya usia, lensa alami mata mengalami penurunan kemampuan akomodasi, sehingga seseorang mulai membutuhkan bantuan untuk melihat dekat. PRESBYOND tidak menghentikan proses penuaan tersebut, tetapi dirancang untuk membantu mengompensasi perubahan itu dengan memperluas rentang fokus penglihatan. Dengan begitu, pasien dapat merasa lebih nyaman saat melihat jauh, bekerja di depan layar, maupun membaca dalam jarak dekat.”
Meski ditujukan bagi pasien yang mulai mengalami presbiopia, PRESBYOND tidak otomatis dapat dilakukan pada semua orang.
Setiap pasien perlu menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kelayakan tindakan, termasuk kondisi kornea, ketebalan kornea, kualitas permukaan mata, ukuran pupil, mata dominan, kondisi lensa mata, serta kebutuhan visual sehari-hari.
Pemeriksaan ini penting agar hasil tindakan tidak hanya membantu pasien melihat lebih jelas, tetapi juga tetap nyaman dalam berbagai situasi.
Secara umum, kriteria kandidat PRESBYOND memiliki kesamaan dengan prosedur koreksi refraksi lain seperti LASIK atau SMILE, antara lain kornea yang sehat, ketebalan kornea mencukupi, tidak terdapat kelainan kornea, serta tidak mengalami mata kering berat. Namun, PRESBYOND membutuhkan penilaian tambahan, terutama terkait kemampuan sistem visual pasien untuk beradaptasi terhadap pengaturan fokus pada kedua mata.
Pada PRESBYOND, keputusan tindakan tidak hanya ditentukan oleh angka resep kacamata. Kami juga menilai bentuk dan ketebalan kornea, besarnya silinder, kondisi permukaan mata, ukuran pupil, dominansi mata, hingga kondisi lensa.
Pada pasien usia tertentu, kami juga perlu memastikan belum terdapat katarak yang dapat memengaruhi hasil penglihatan. Karena itu, evaluasi menyeluruh menjadi bagian yang sangat penting sebelum tindakan,” tambah Dr. Andi Akhmad Faisal, SpM, M.Kes. PRESBYOND juga dapat menjadi pilihan bagi pasien yang sebelumnya tidak memiliki minus atau silinder, tetapi mulai merasa terganggu karena kebutuhan kacamata baca.
Selama hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi mata memenuhi syarat, pasien dengan keluhan utama presbiopia tetap dapat menjadi kandidat untuk prosedur ini. Dengan hadirnya PRESBYOND, RS Mata JEC ORBITA Makassar, memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan koreksi penglihatan yang semakin personal, presisi, dan sesuai dengan kebutuhan pasien di berbagai tahapan usia.
Teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia Timur menjalani aktivitas harian dengan penglihatan yang lebih nyaman dan kualitas hidup yang lebih baik.
Selama lebih dari 42 tahun, JEC Group terus memperluas akses layanan kesehatan mata berkualitas bagi masyarakat Indonesia melalui 16 cabang yang tersebar di Jabodetabek dan berbagai wilayah lain.
Komitmen ini turut tercermin dari pengakuan internasional pada Healthcare Asia Awards 2026, melalui penghargaan Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia.
Sebagai bagian dari pengembangan layanan berstandar internasional, JEC Group juga tengah membangun JEC BALI Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dengan konsep
“ Blue Hospital ” , yang mengedepankan desain pendukung proses penyembuhan, teknologi medis modern, serta sistem bangunan yang efisien dan berkelanjutan. (*)





