TerasSulsel.com, Maros – Perum Bulog Kantor Cabang Makassar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros resmi meluncurkan program penyaluran bantuan pangan tahap terbaru untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026. Sebanyak 1.103.670 kilogram (1.103 ton) beras siap digelontorkan untuk warga yang membutuhkan.
Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Pemimpin Perum Bulog Cabang Makassar, Faris Sudirman AR, di Aula Kantor Camat Mandai, Kabupaten Maros, Selasa (1/9/2026).
Bupati Chaidir Syam bersyukur bantuan ini turun di momen krusial, mengingat masyarakat tengah menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Bantuan ini dinilai sangat membantu meringankan beban puluhan ribu warganya.
“Jumlah penerimanya ini sebanyak 36.789 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Yang paling utama masyarakat tadi ini merasa gembira, bahagia dan mengucapkan terima kasih bahwa untuk periode Juli, Agustus, September ini sudah mulai penyaluran,” ujar Chaidir Syam.
Chaidir menjelaskan, skema penyaluran kali ini dirapel langsung untuk tiga bulan. Sehingga, setiap keluarga akan membawa pulang beras dalam jumlah yang cukup banyak.
“Apalagi kondisi saat ini, kondisi El Nino juga ya. Kita berharap semoga kondisi cuaca kering ini bisa segera berakhir. Tapi alhamdulillah masyarakat bisa terbantu. Jadi setiap KK penerima itu langsung dapat 30 kilo beras sekaligus (alokasi 10 kg per bulan),” sambungnya.
Bantuan Difokuskan ke Beras, Bulog Pastikan Stok Minyak Aman
Pemimpin Perum Bulog Cabang Makassar, Faris Sudirman AR, menjelaskan bahwa Maros menjadi wilayah perdana untuk penyaluran periode ini. Penyaluran serupa akan dilakukan secara serentak hingga akhir September.
Terkait absennya bantuan minyak goreng yang sempat dipertanyakan warga, Faris menepis isu adanya kelangkaan stok. Ia menegaskan, kebijakan ini murni hasil evaluasi pemerintah pusat yang menugaskan agar bantuan difokuskan pada komoditas beras dengan porsi yang diperbesar.
“Kalau untuk minyak, memang untuk alokasi (Juli-September) ini penugasannya untuk beras saja. Tetapi ditambah alokasinya jadi tiga alokasi. Jadi satu kali periode penerimaan itu masyarakat akan dapat 30 kilo beras,” jelas Faris.
Meski tidak masuk dalam paket bantuan pangan kali ini, Faris menjamin ketersediaan minyak goreng di pasaran tetap aman dan melimpah. Bulog bersama pemerintah daerah bahkan siap dan terus turun tangan melakukan intervensi jika dibutuhkan.
“Stok minyak di Bulog yang memang kami siapkan untuk intervensi pasar dan kami sebarkan di pasar-pasar, khususnya SP2KP. Jadi di pasar kondisinya masih ada (stoknya). Masyarakat tidak perlu ragu,” pungkasnya. (a/)





