Terassulsel.com, BARRU, 17 Oktober 2026 – Prestasi memuaskan kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Barru di tingkat nasional. Inovasi SIKECIL BERAKTA (Sistem Identitas Kelahiran Cepat, Instan, dan Legal) resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 20 finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP PRO) Tematik Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).
Keberhasilan tersebut tertuang dalam surat Kementerian PANRB Nomor B/408/PP.00.05/2026 tertanggal 16 Oktober 2026 tentang Pengumuman Finalis KIPP PRO Tematik Tahun 2026.
Dari total 151 proposal inovasi yang mengikuti proses penilaian, hanya 20 inovasi yang berhasil melaju ke tahapan final nasional. Kabupaten Barru melalui SIKECIL BERAKTA menjadi salah satu dari lima finalis pada kategori Layanan Elektronik.
Capaian ini mendapat apresiasi dari Kepala Lembaga Riset Kebijakan Publik Institut Teknologi Bisnis dan Administrasi (ITBA) Al Gazali Barru Dr. Kasmiah Ali, yang selama proses keikutsertaan KIPP PRO Tematik 2026 bersama tim ikut melakukan pendampingan terhadap inovasi Kabupaten Barru.
Kepala Lembaga Riset Kebijakan Publik ITBA Al Gazali Barru menilai keberhasilan tersebut sebagai momentum penting dalam memperkuat budaya inovasi dan transformasi pelayanan publik di Kabupaten Barru.
“Keberhasilan Kabupaten Barru menembus final nasional merupakan capaian yang patut kita syukuri dan apresiasi bersama. Namun, bagi kami, keberhasilan inovasi tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diperoleh, melainkan dari sejauh mana inovasi tersebut mampu menyelesaikan persoalan pelayanan publik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”
Menurutnya, kompetisi inovasi pelayanan publik harus dipandang sebagai instrumen pembelajaran kelembagaan dan penguatan tata kelola pemerintahan, bukan sekedar memperoleh predikat atau penghargaan.
“Inovasi yang baik harus lahir dari permasalahan nyata, memiliki tujuan yang jelas, didukung bukti manfaat, dan dapat terus dikembangkan. Oleh karena itu, yang terpenting bukan hanya bagaimana sebuah inovasi memenangkan kompetisi, tetapi bagaimana inovasi itu tetap hidup, berkembang, dan memberi dampak setelah kompetisi berakhir.”
Sebagai bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, Lembaga Riset Kebijakan Publik ITBA Al Gazali Barru berkomitmen mendukung pemerintah daerah melalui kegiatan penelitian, kajian kebijakan, serta pendampingan pengembangan inovasi sektor publik.
Keterlibatan Lembaga Riset dalam pendampingan KIPP PRO Tematik Kabupaten Barru menjadi bentuk nyata sinergi ilmuwan dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas inovasi pelayanan publik.
“Kami percaya bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi pengamat kebijakan dari ruang akademik. Perguruan tinggi harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah, memberikan kontribusi keilmuan, memperkuat analisis kebijakan, dan mendampingi proses perubahan agar inovasi yang dikembangkan memiliki fondasi yang kuat.”
Ia menambahkan bahwa penguatan inovasi daerah memerlukan pendekatan yang sistematis, mulai dari identifikasi masalah pelayanan publik, perumusan solusi, penguatan bukti manfaat, hingga evaluasi keberlanjutan inovasi.
Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Barru merupakan bukti bahwa kolaborasi antara birokrasi dan dunia akademik memiliki potensi besar untuk mempercepat transformasi tata kelola pemerintahan.
“Kami tidak ingin inovasi hanya menjadi dokumen yang bagus ketika dinilai. Kami ingin inovasi benar-benar menjadi solusi yang bekerja, dirasakan masyarakat, dan mampu mengubah kualitas pelayanan publik ke arah yang lebih baik.”
Inovasi SIKECIL BERAKTA menjadi perhatian karena berkaitan dengan salah satu aspek mendasar dalam pelayanan publik, yakni pemenuhan hak identitas anak sejak kelahiran.
Kepala Lembaga Riset Kebijakan Publik ITBA Al Gazali Barru menilai inovasi tersebut memiliki dimensi strategis yang lebih luas daripada sekadar digitalisasi administrasi kependudukan.
“Identitas hukum merupakan hak dasar setiap anak. Karena itu, inovasi pelayanan administrasi kelahiran bukan semata-mata persoalan teknologi atau percepatan dokumen, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana negara hadir memberikan kepastian pelayanan dan perlindungan hak anak sejak awal kehidupannya.”
Ia menegaskan bahwa transformasi digital pelayanan publik seharusnya tidak berhenti pada perubahan sistem manual menjadi elektronik, tetapi harus mampu meningkatkan aksesibilitas, kualitas, serta keadilan pelayanan kepada masyarakat.
Rektor ITBA Al Gazali Barru, Prof. Dr. H. Kamaruddin Hasan, M.Pd., turut menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Barru menembus final nasional KIPP PRO Tematik Tahun 2026.
Rektor memberikan penghargaan atas upaya Pemerintah Kabupaten Barru dalam mengembangkan inovasi pelayanan publik serta keterlibatan Lembaga Riset Kebijakan Publik ITBA Al Gazali Barru dalam mendukung proses pendampingan inovasi daerah.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan bagian penting dalam mewujudkan kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi terhadap pembangunan daerah.
Pencapaian ini diharapkan dapat memperkuat semangat kerja sama antara ITBA Al Gazali Barru dan Pemerintah Kabupaten Barru, khususnya dalam pengembangan riset terapan, inovasi kebijakan publik, transformasi digital pemerintahan, dan peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.
Menuju Tahapan Final Nasional
Berdasarkan pengumuman Kementerian PANRB, seluruh finalis dijadwalkan mengikuti presentasi dan wawancara bersama Tim Panel Independen pada Kamis, 22 Oktober 2026, secara virtual.
Kepala Lembaga Riset Kebijakan Publik ITBA Al Gazali Barru berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Namun, perjuangan sesungguhnya adalah memastikan bahwa inovasi terus memberikan manfaat. Kami berharap SIKECIL BERAKTA tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Barru dalam kompetisi nasional, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lahirnya inovasi-inovasi pelayanan masyarakat lainnya.”
Menutup tanggapannya, ia menyampaikan bahwa keberhasilan membangun ekosistem inovasi daerah memerlukan komitmen, keberanian berubah, serta kemauan untuk terus belajar.
“Daerah yang inovatif bukanlah daerah yang tidak memiliki masalah, melainkan daerah yang mampu mengubah masalah menjadi peluang perbaikan. Dan Kabupaten Barru sedang menunjukkan langkah positif ke arah tersebut.”
Keberhasilan SIKECIL BERAKTA menembus final nasional KIPP PRO Tematik 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Barru dan ITBA Al Gazali Barru dalam mewujudkan pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Humas/Lembaga Riset Kebijakan Publik ITBA Al Gazali Barru





