Barru — Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Barru, Mudaksir, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa warga Muhammadiyah di Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Peristiwa tersebut berupa penghadangan dan intimidasi yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum warga setempat.
Mudaksir menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak berkaitan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) mana pun. Ia menyayangkan munculnya opini di media sosial yang mencoba mengaitkan insiden tersebut dengan kelompok tertentu, yang dinilai tidak berdasar dan berpotensi memperkeruh situasi di tengah masyarakat.
“Kami tegaskan bahwa masalah ini tidak ada hubungannya dengan ormas lain. Ini murni persoalan yang melibatkan beberapa oknum warga di BTN Pepabri, Kelurahan Coppo,” ujar Mudaksir dalam keterangannya.
Mudaksir berharap Pemerintah Kabupaten Barru mengambil langkah konkret dengan memfasilitasi mediasi, guna mencegah konflik berkepanjangan.
“Kami berharap pemerintah segera hadir sebagai penengah agar persoalan ini dapat diselesaikan secara baik, adil, dan tidak terulang kembali di masa mendatang,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Barru juga akan membawa persoalan ini ke tingkat legislatif melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Barru. Langkah tersebut diambil sebagai upaya mencari solusi yang komprehensif serta memastikan adanya perhatian serius dari para pemangku kebijakan.
Dengan adanya RDP tersebut, diharapkan seluruh pihak dapat duduk bersama untuk mengurai persoalan secara terbuka, sehingga tercipta penyelesaian yang baik dan berkeadilan.





