TERASSULSEL.COM:BARRU- Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana secara resmi di buka Kalaksa BPBD Kabupaten Barru H. Umar.S.SKM, M.Kes.

Bertempat di aula Gedung STIA Al Ghazali, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Selasa 23/9/2025.

Turut Hadir Sekertaris BPBD Kab. Barru dan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan.

Camat Tanete Rilau, Lurah Mattappawali, Lurah Lalolang, Lurah Tanete dan Lurah Sumpang binangae.Hadir pula Babinsa Mattappawalie, Babinsa Lalolang serta Bhabinkamtibmas Kel. Lalolang,

Untuk diketahui Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu perwujudan dari tanggung jawab pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana.

Sedangkan tujuan umum dari kegiatan pelatihan ini adalah agar kelurahan memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana serta dapat memulihkan diri dengan segera dari dampak-dampak bencana yang merugikan.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh peserta sebanyak 60 orang yang terdiri dari aparatur kelurahan dan perwakilan dari OPD, Dinas PMD, PPKB DAN PPPA KAB. BARRU, DINAS SOSIAL,DLH, PUPR, DINAS KESEHATAN, SATPOL-PP, DAMKAR. Yang ada di Kabupaten Barru.

Kalaksa BPBD H. Umar. S,SKM.,M.Kes. Juga menyerahkan dokumen kajian resiko bencana partisipatif ke Lurah sumpang binangae dan Lurah Tanete Rilau dan yang mewakili.

Pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana dalam format lokakarya adalah kegiatan yang diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

Lokakarya ini bertujuan membentuk masyarakat yang tangguh bencana, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan lokal untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan berdaya dalam menghadapi risiko bencana, seperti kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA) atau gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.

Dalam kegiatan ini memiliki beberapa alasan penting bagi masyarakat khususnya Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, berikut beberapa alasan bagi masyarakat yakni :

1. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsep dasar dan teori mitigasi bencana.

2. Meningkatan kemampuan dalam melakukan perencanaan mitigasi bencana (struktural dan non struktural).

3. peningkatan kemampuan masyarakat melalui partisipasi masyarakat akan mengarah kepada upaya mitigasi bencana bersama masyarakat di kawasan rawan bencana secara mandiri.

 

(Red)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *