Terassulsel.com, MAROS, Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Permata Ilmu Maros menggelar Seminar Laporan Magang Mahasiswa pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di Kampus ITEKES Permata Ilmu Maros. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 mahasiswa yang telah menyelesaikan program magang pada sejumlah instansi pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan unit usaha di Kabupaten Maros.

Seminar laporan magang merupakan bagian dari proses evaluasi akademik untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam situasi nyata di dunia kerja. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan pengalaman, hasil pengamatan, serta berbagai pengetahuan praktis yang diperoleh selama menjalani kegiatan magang.

Program magang ITEKES Permata Ilmu Maros dilaksanakan selama empat minggu atau satu bulan pada bulan Agustus 2026. Kegiatan tersebut terbagi dalam dua kategori, yaitu Magang Dasar dan Magang Lanjutan, yang disesuaikan dengan tingkat semester dan capaian pembelajaran mahasiswa.

Magang Dasar diperuntukkan bagi mahasiswa semester II dengan penekanan pada pengenalan lingkungan kerja, budaya organisasi, tata kelola kelembagaan, serta aktivitas operasional instansi. Sementara itu, Magang Lanjutan diperuntukkan bagi mahasiswa semester IV dengan fokus pada pendalaman kompetensi, keterlibatan dalam aktivitas kerja, dan penerapan pengetahuan serta keterampilan sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Rektor ITEKES Permata Ilmu Maros, Dr. H. Syahruddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan magang merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa karena memberikan pengalaman bekerja secara langsung di lingkungan perusahaan maupun instansi.

“Melalui kegiatan magang, mahasiswa menjalani proses belajar bekerja secara langsung di perusahaan atau instansi selama empat minggu atau satu bulan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus ke dalam dunia nyata, sekaligus memahami bagaimana teori diaplikasikan dalam aktivitas kerja sehari-hari,” ujar Syahruddin kepada awak media di ruang kerjanya.

Menurutnya, pengalaman belajar melalui kegiatan magang memiliki nilai strategis dalam membangun kompetensi mahasiswa. Proses pembelajaran tidak cukup hanya mengandalkan pemahaman teoritis di ruang kuliah, tetapi perlu diperkuat dengan pengalaman praktis agar mahasiswa mampu mengenali kondisi, tantangan, serta dinamika yang berlangsung dalam lingkungan kerja.

Syahruddin juga menekankan bahwa kegiatan magang diharapkan dapat membentuk sikap profesional, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan bekerja sama. Kompetensi tersebut merupakan bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ITEKES Permata Ilmu Maros ditempatkan pada sejumlah instansi dan unit usaha yang memiliki relevansi dengan bidang pendidikan dan program studi masing-masing.

Lokasi magang tersebut antara lain Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Maros, Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Pelelangan Ikan Kabupaten Maros, Puskesmas Lau, Balai Benih Air Payau, Puskesmas Mandai, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maros, Rumah Sakit Lapalaloi, serta UMKM Cahaya Bandeng di Kecamatan Tanralili.

Keberagaman lokasi magang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami karakteristik lingkungan kerja pada berbagai sektor, mulai dari administrasi pemerintahan, pelayanan kesehatan, pengelolaan sumber daya perairan, kegiatan ekonomi perikanan, pengolahan data statistik, hingga pengembangan kewirausahaan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pada instansi pemerintahan, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai proses administrasi, tata kelola pelayanan publik, serta mekanisme pelaksanaan program kelembagaan. Sementara itu, penempatan pada fasilitas kesehatan memungkinkan mahasiswa mempelajari sistem pelayanan kesehatan, pengelolaan administrasi, dan aktivitas operasional fasilitas pelayanan kesehatan.

Mahasiswa yang mengikuti magang pada sektor perikanan memperoleh kesempatan untuk mengenal proses pengelolaan sumber daya perairan, aktivitas ekonomi hasil perikanan, serta praktik operasional yang berkaitan dengan bidang keilmuannya. Adapun mahasiswa yang ditempatkan pada unit UMKM mendapatkan pengalaman mengenai proses produksi, pengelolaan usaha, pemasaran, dan berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

Seminar laporan magang tersebut turut dihadiri seluruh dosen pembimbing mahasiswa, yaitu Dr. H. Burhan, M.Pd., Pither, S.Pd., M.Si., Muhammad Fuad, S.Pd., M.Pd., Haerawati, S.Pi., M.Si., Heriani, S.KM., M.Kes., Aminuddi, S.Pi., M.Si., Hj. Rosnaeni Arsyad, S.E., M.M., Nur Asisah, S.Kes., M.Kes., dan Kartini J., S.Pi., M.Pi.

Kehadiran para dosen pembimbing merupakan bagian penting dalam proses evaluasi hasil pelaksanaan magang. Dosen pembimbing memiliki peran dalam memberikan arahan akademik, menilai laporan kegiatan, serta memastikan pengalaman mahasiswa selama mengikuti magang dapat dikaitkan dengan kompetensi dan capaian pembelajaran program studi.

Lebih lanjut disampaikan oleh Pither, S.Pd., M.Si., selaku dosen pembimbing bahwa melalui seminar tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan berbagai aktivitas yang telah dilaksanakan, mengidentifikasi permasalahan yang ditemukan di lapangan, menganalisis kesesuaian antara teori dan praktik, serta menyampaikan pembelajaran dan rekomendasi berdasarkan pengalaman selama mengikuti program magang.

“Seminar laporan magang juga menjadi sarana penguatan kemampuan komunikasi ilmiah mahasiswa. Melalui kegiatan presentasi dan pembahasan laporan, mahasiswa dilatih menyampaikan hasil kegiatan secara sistematis, mempertanggungjawabkan informasi yang diperoleh, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan argumentative,” ungkap Pither di tengah-tengah kesimbukannya dalam seminar magang mahasiswa.

Secara konseptual, magang merupakan kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dilaksanakan melalui keterlibatan langsung peserta dalam aktivitas organisasi, perusahaan, atau instansi. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan bidang pendidikan, sekaligus memahami hubungan antara konsep akademik dan penerapannya dalam dunia kerja.

Pembelajaran berbasis pengalaman tersebut menjadi salah satu pendekatan penting dalam pendidikan tinggi karena memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi teknis maupun nonteknis. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi perkuliahan, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, memecahkan masalah, membangun hubungan profesional, dan mengambil pelajaran dari pengalaman lapangan.

Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, pelaksanaan program magang juga menjadi sarana penguatan hubungan kelembagaan antara ITEKES Permata Ilmu Maros dan berbagai instansi mitra. Hubungan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kerja sama institusional, serta penyelarasan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja.

Dengan demikian, program magang tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter, penguatan keterampilan profesional, serta penyiapan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat serta dunia kerja. (Sypi)

 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *